Selasa, 30 Juni 2015

Kompleksitas kehidupan “menjerat” kita dalam memaknai arti kehidupan

“Terlampau banyak orang yang terjebak dalam impian menyesatkan di tengah situasi dunia modern yang sarat kompetisi–bahkan cenderung saling menghancurkan. Kompetisi bisa memancing orang bertindak terburu-buru, memburu sesuatu yang sebenarnya mereka sendiri tidak tahu apa itu. Terlalu banyak orang yang berakhir dalam jurang kenistaan dan kehancuran akibat salah tujuan. (COME – Wahfiudin)

KH Wahfiudin Sakam, Mudir JATMAN NU Idarah Wustha, CEO Radiks Training

Selasa, 09 Juni 2015

Lulusan Astronomi

Seorg Bapak yg sederhana pergi berkemah ("camping") bersama anaknya yg berpendidikan tinggi. Lulusan terbaik dari Astronomi.
Mereka mendirikan tenda... lalu sama2 ketiduran didlm tenda.
Bbrp jam kmudian si Bpk bangunin anaknya :
"LIHATLAH ke langit..., apa yg kamu lihat?"
Anak: "Ooh.. aku liat milyaran bintang2, Pa..!"
Bapak: "Artinya apa, kalo kamu liat bintang2 itu?"
Anak: "Secara ilmu Astronomi, bisa kita liat bahwa ada ber-milyar2 Galaxy & Planet2.....!".
Bapak itu getok kepala anaknya........pleeetttaakk,
sambil teriak: 
"Aaaah.... kau ini bagaimana..?? Itu artinya tenda kita hilang, diambil orang ..........!!!"

Selasa, 02 Juni 2015

Temulawak "Curcuma Xanthorria"

TEMULAWAK. Rimpang yang termasuk “saudara”  dari tanaman kunyit, jahe maupun kencur itu jangan dianggap enteng karena ia menyempal dari bumbu dapur. Ia tidak akan di”samperi” karena kegunaannya yang berbeda.
Temulawak yang nama latinnya “curcuma xanthorria", adalah jenis rimpang yang bentuknya berlekuk-lekuk dengan kulit kasar, beraroma tajam dengan warna umbi kekuning-kuningan.  Memang secara penampilannya temulawak “kurang seksi,” tapi jangan tanya khasiatnya; mendunia.
Umbi temulawak, yang memiliki nama bervariasi sesuai dengan panggilan lokalnya, memiliki kandungan “fitokimia.” Ada kulkumin, minyak atsiri, kurkuminoid, fellandrean, turmerol, zat tepung dan kamfer. Kandungan yang diacungi jempol oleh para farmakologi  sebagai bagian dari berbagai obat-obat penyembuh di dunia kesehatan.
Kita ambil contoh kandungan minyak atsiri dan kurkumin yang dikandungnya. Kedua zat itu dalam dunia pengobatan dikenal sebagai penyembuh radang atau antiinflamasi. Selain itu minyak atsiri berfungsi sebagai antihepatotosik. Kandungan kurkuminoidnya dapat dijadikan antiperacunan empedu dan penelitian terakhir bisa menyembuhkan kanker.
Ada lagi fungsi fellandrian yang antioksidan dan kandungan turmerolnya yang antimokroba. Sedangkan kamfer yang terdapat dalam kandungan temulawak, berfungsi sebagai pemicu peningkatan air susu ibu. Sedangkan zat tepungnya bisa menolong fungsi ginjal.
Tidak hanya cukup dengan dengan begitu banyak antioksidannya, temulawak mengandung vitamin dan mineral. Ada kandungan vitamin c, b1, b2 serta fosfor, besi, kalium dan magnesium. Pokoknya seabreg kandungan yang dimiliki temulawak dan menyebabkan ia bisa hadir di banyak moment.
Temulawak mudah dikonsumsi dan tersedia dalam banyak produk. Mulai produk tradisionil jamu gendong, jamu tepung, jamu pil atau pun dalam produk rumah tangga yang diminum ibu-ibu usai melahirkan setelah diparut dan airnya diminum.
Obat-obat herbal, kini, berlomba mencantumkan di kemasannya temu lawak sebagai unsur utama. Kita bisa menemukan obat-obatan herbal untuk pengobatan hepatitis, jantung koroner, kolesterol darah, penambah nafsu makan  dan peningkatan daya tahan tubuh dari olahan temulawak.
Tidak hanya berkibar dalam dunia pengobatan, temulawak juga sudah merambat pemanfaatannya untuk industri makanan, kosmetik, tekstil dan tentu saja minuman. . Untuk itu sebuah iklan dari obat herbal menggoda para konsumen dengan kalimat,”jangan lihat bentuk dan sengatan aromanya, khasiat temulawak pun perlu dirasakan manfaatnya.”
Untuk mendapatkannya juga tak harus pergi kemana-mana. Cukup di warung pinggir jalan atau menyapa penjaja jamu gendong  lantas cicipi sambil berdiri atau duduk lantas cespleng.
Sumber:
http://www.nuga.co/nuga-sehat/jangan-anggap-enteng-khasiat-temulawak.html

Cebex - Otto

KOMPOSISI :
Tiap kaplet salut selaput mengandung : vitamin C (sebagai natrium askorbat) 500 mg; vitamin B1 mononitrat 15 mg; vitamin B2 10 mg; vitamin B6 5 mg; vitamin B12 5 mcg; nikotinamida 100 mg; kalsium pantotenat 20 mg
INDIKASI :
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks dan vitamin C
KEMASAN :
-
DOSIS :
GOLONGAN :
Bebas
PABRIK :
PT OTTO

sumber:
http://www.apotekpasarlegi.com/product/44/395/Cebex

Jumat, 29 Mei 2015

Halow kaepsi

pagi pagi kurang kerjaan...
telp kfc bandung

Telp Kahiji

Udin : halow kaepsi?
KFC : iya
Udin : delivery order?
KFC : iya
Udin : dua puluh opat jam?
KFC : iya
Udin : ooooh,,,kuatan teu sare-sare
KFC : hadeeuuuhh

Telp Kadua

Udin : halow kaepsi
KFC : iya
Udin : hayam aya?
KFC : ada
Udin : sangu?
KFC : ada
Udin : burger?
KFC : ada
Udin : eskrim
KFC : ada! komplit! (petugas ngadat)
Udin : gening kumplit keneh? teu payu sugan?
KFC : ......

Telp Katilu

Udin : kaepsi?
KFC : maneh deui? rek naon siah?
Udin : rek pesen atuh, nya geus moal jadi atuh
KFC : oh ya, mau pesan apa?
Udin : Karedok hiji, bajigur hiji
KFC : na ari maneh (gubrag, telepon dibanting)

Telp Kaopat

Udin : halow kaepsi
KFC : pasti sia deui? rek naon siah?
Udin : rek pesen hayam
KFC : oh, iya, apa lagi?
Udin : jeung sangu hiji, tapi pisahkeun nya, ke bisi dipacokan sanguna mun dihijikeun mah
KFC : woooooiiii (telp ditutup)

Telp Kalima

Udin : kaepsi?
KFC : ada yg bs dibantu?
Udin : hayamna aya?
KFC : iya ada
Udin : kadieu uing rek ngomong
KFC : rrrggghhh...!!! (telp ditutup)


Selasa, 26 Mei 2015

Kebahagian yang Terbesar

Kebahagian kita yang terbesar tidak tergantung pada kondisi hidup di mana kita secara kebetulan berada, melainkan selalu disebabkan oleh hati nurani yang suci murni, kesehatan yang baik, pekerjaan dan kebebasan untuk mengejar tujuan dengan jalan yang sah.

Thomas Jefferson


Selasa, 19 Mei 2015

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang.

copas dari kiriman grup wa Biztel-10 IMT

Prof Rhenald Kasali

Senin, 18 Mei 2015 | 05:00
@Rhenald_Kasali

KOMPAS.com - Duduk di depan saya dua perempuan muda. Sarjana Hukum lulusan UI. Wajah dan penampilan kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”. Asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.

Tapi keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior: Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan Najwa Shihab, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.

Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua-tiga bulan ke depan. Dan mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar. Bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas.

Uang atau Meaning?

Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati cari kerja. Ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen dan seterusnya.

Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus, dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus.

Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia.

Tetapi semua itu akan berubah. Sebab atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir.

Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Tetapi benarkah mereka berhasil selama-lamanya?

Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Di usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekedar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka.

Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan.

Saya ingin membeitahu anda nasehat yang pernah disampaikan  oleh Co-Founder Apple: Guy Kawasaki kepada kaum muda ia pernah mengatakan begini:

“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’ maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”

Lantas apa itu meaning?

Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalamtapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan. Menjadi relawan dalam team pemberantas illegal fishing.

Dan itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir. Soerkarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda.

Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah. Seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika.