Kamis, 11 September 2014

Hakikat Kehidupan

Saya copas dari seorang teman..

Dear ALL REKAN & Sahabat-sahabatku Ysh.

Hidup hakikatnya adalah rangkaian proses belajar masa lalu yang pahit adalah cermin dimana kita belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama kesulitan saat ini adalah tantangan dimana kita bisa belajar untuk menikmati warna warni kehidupan, kekhawatiran masa depan adalah sebuah godaan dimana kita bisa belajar bagaimana mempersiapkan yang terbaik.

Jadi setiap waktu hakikatnya adalah belajar, agar kita senantiasa menimba ilmu, sehingga tetap tegar melangkah meski di atas bara yang menyakitkan. Hidup pun hakikatnya adalah seni dimana kita bisa menikmati setiap gores indahnya hari, hidup-pun adalah berkah dimana kita memiliki agama agar hidup semakin terarah.

Marilah senantiasa belajar karena belajar tak mengenal waktu dan usia ingatlah, bahwa dengan menggenggam ilmu hidup terasa semakin mudah dan nikmatilah seni sebab dengan seni arti hidup semakin indah, serta berpegang teguhlah selalu pada agama sebab dengan agama, hidup kita semakin terarah dan penuh berkah. Amin yrb almn.

Dalam melaksanakan tugas-rugas yang ada hubungannya dengan pekerjaan seringkali karyawan mengalami stress. dan tidak sedikit karyawan yang belum mengetahui bagaimana cara menghadapi stress, kiat-kiat praktis yang sederhana sehingga bisa mengatasi stress dengan baik dan cepat.

Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi, maupun mental. Ketegangan ini dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental.

Robbins (2001), menyatakan bahwa stress adalah kondisi tertekannya jiwa seseorang karena adanya hambatan dalam pencapaian sesuatu hal. Dalam organisasi, hal tersebut adalah pencapaian target, deadline, kerja administrasi yang bertumpuk, rekan kerja atau atasan yang mengganggu, dan lain-lain. Kondisi itu tentunya tak terhindarkan.

Lebih lanjut Handoko (1997), menyatakan bahwa stress adalah kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Maka, stress berbicara tentang respon psikis.

Woolfolk dan Richardson (1979), menyatakan juga bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan, atau mengaktifkan suatu organisme. Karena stress adalah "persepsi", maka stress dapat ditaklukkan dengan pengaturan persepsi.

Stress menurut Hans Selye (1976) adalah merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa stress melanda komponen kesadaran diri, reaksi psikis, permasalahan persepsi, serta masalah fisik. Karena itu dalam pelatihan ini penyelesaian stress mencakup keempat hal tersebut, yang terbagi dalam 4 part pembahasan.

Intinya, stress dapat terjadi pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Tantangannya adalah bagaimana cara mengelolanya. jadi kalau kita ingin agar tetap bisa bekerja dengan high perform, high productive dan smart to solve the stress.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar